SALAM PERSAHABATAN

AKU MENCATAT UNTUK KESENANGANKU SENDIRI

Sabtu, 28 Mei 2011

PM5 : Partai Malam Minggu - Malu Miskin = Musibah

Malam minggu begini jalan-jalan ramai dipenuhi kenderaan roda empat dan roda dua. Kota Palangka Raya yang biasanya lengang, berubah seperti jalan raya yang ada di kota-kota besar. Yang menarik adalah anak-anak muda yang lalu-lalang berkenderaan roda dua. Dunia sepertinya menjadi milik mereka, yang lain pada numpang. Aroma parfum berbagai merek, bercampur dengan bau oli yang dibakar mesin, keluar dari knalpot menjadi ciri khas aroma malam minggu.

Dalam hati bertanya, mengapa kencan atau bahasa kerennya nge-date harus malam minggu?? Kenapa tidak hari senin, atau selasa atau hari-hari lainnya?? ah..tapi what ever lah...yang pasti malam ini malamnya anak muda. Paling alasannya karena besok libur, ya ga? Yang perlu dibahas adalah, apakah semua orang yang lagi kencan itu anak orang mampu atau sudah punya penghasilan???

Hmm....kata orang "ada duit abang sayang, abang kere abang ditendang" ha....yah...itu kebanyakan benar. Akibatnya yang terjadi adalah, banyak orang yang harus terjebak dalam situasi pembohongan diri sendiri. Hal ini karena, biaya malam kencan itu cukup mahal. Bapak/ibu/saudar/i sekalian, angkutan kota di Palangka Raya ini cukup minim, apalagi sejak pukul 20.00 Wib hampir tidak ada lagi yang beroperasi. Lalu bagaimana dengan anak muda yang tidak punya kenderaan, sementara pacar sedang menunggu di-appelin..?? kalu cukup hanya berkunjung tak masalah, tapi pastinya minta dibawa jalan-jalan, lalu pakai apa?? kemudian bila jalan pasti minta jajan, apa lagi ini, ga ada cerita lain, doku pasti keluar.

Jalan satu-satunya adalah : Pinjam Motor plus pinjam duit. Nah...ini dia neh masalahanya...katanya itu bagian dari pengorbanan.Cinta kan butuh pengorbanan..??? Pacar merangkul, gas ditancap, malam jadi milik berdua. Beban utang sirna seketika terbawa hembusan angin malam yang terasa segar. Bersenda gurau diatas motor mengitari jalan-jalan utama Palangka Raya memang sungguh menyenangkan.  Bosan mengitari jalan, perut terasa keroncongan terpaksa singgah diwarung makan. Motor pinjaman diparkirkan, masuk kedalam sambil bergandengan walau dalam hati deg-deg-an, kalau-kalau bayar makan tak cukup. 

Malam terasa singkat sekali bila menit demi menit dilalui dengan hati senang. Logika akhirnya mendominasi kata hati. Pengorbanan itu terlalu mahal bila hanya mendapat imbalan ditemanin pacar jalan-jalan. Biasanya hitungan bisnispun jalan,  pendapatan - modal = untung. Maka dengan segala upaya, mencari celah untuk mendapat tambahan dari pacar agar hasilnya untung. Sasaran utama adalah kos-kosan "syukur-syukur kos sendiri", kalau minjam lagi parah bangat tuh...sampai di kos, motor kembali diparkir, langsung masuk takut ketahuan orang banyak.

Seperti pedagang, kalau sudah untung yah pulang.eh... harap untung sekalinya puntung. Motor pinjaman yang tadinya diparkir kini sudah raip. Suasana riang  berubah menjadi kalut. Mau tidak mau urusan sampai ke orang tua, karena motor pinjaman hilang harus diganti. Kata "orang kredit motor buat sendiri tidak mampu , tapi mengganti motor orang kontan pasti mampu". Kehidupan suram babak pertamapun menyelimuti. Orang tua murka yang pasti. Belum lagi masalah pertama selesai, kini muncul masalah baru, ternyata sang kekasih HAMIL.O..O...situasi semakin parah dan separah-parahnya. Hampir tidak ada solusi. Tapi mau apa lagi, nasi sudah menjadi bubur, tak mungkin lagi dikembalikan menjadi nasi atau beras apalagi padi. 

Orang tua semakin stres, tak mampu lagi berbuat apa-apa akhirnya struk dan penghasilanpun stop. Tentu akan berdampak pada kebutuhan anak yang tak mungkin dapat terpenuhi. ah....jika dipanjangkan lagi akan muncul banyak lagi skenario permasalahan. Namun dari hal tersebut kita masing-masing dapat mengambil banyak pelajaran. Semoga.

Salam,   







Tidak ada komentar:

Posting Komentar