BERDIKARI, Berdiri Di Atas Kaki Sendiri. Mendengar kalimat ini pasti mengingatkan kita pada sosok Soekarno, Presiden pertama Indonesia. Sosok pribadi yang mengagungkan kemandirian, perjuangan dan kemerdekaan ini, secara pribadi menginspirasi banyak hal dalam perjalanan hidup saya.
Menjadi pekerja yang mengharapkan gaji per-bulan dengan digit nominal yang berderet-deret adalah impian banyak orang, termasuk saya. Tapi itu dulu sebelum mengenal hidup dan kehidupan serta hakekat pribadi manusia yang memiliki talenta yang luar biasa serta kemerdekaan pribadi untuk memilih.Kesadaran akan hal ini muncul ditengah kesulitan ekonomi di Indonesia dimana pekerjaan bagai titah Tuhan yang harus diagungkan.
Tiga tahun bekerja di salah satu media elektronik, tak mengenal waktu, menguras pikiran dan energi membuat hati bergejolak untuk memilih menjadi pekerja atau menjadi pemberi kerja. Menjadi bawahan itu tak menyenangkan, karena sulit mencari tempat bekerja, dimana obyektivitas penilaian itu dinomor satukan. Puji Tuhan akhirnya keputusannya adalah keluar dan mencoba untuk BERDIKARI.